Categories
Berita

Modifikasi Honda CB150R StreetFire 2016

Muhammad Zainuddin sepertinya tak menyangka Honda CB150R StreetFire miliknya keluar sebagai pemenang di kelas FFA (Free For All), dalam ajang Honda Modif Contest (HMC) seri Pekanbaru yang berlangsung awal Mei lalu. Dua tahun yang lalu, pria ini mengaku kurang beruntung saat ikut di kelas Racing Style. Kemudian kali ini mencoba berani dengan membuat konsep Steet Fighter. “Awalnya ingin ke turun sport naked, tetapi ada regulasi yang mengharuskan ciri khas Honda tetap ada. Padahal di motor ini sudah tidak ada lagi,” terang M. Zainuddin. Setelah sharing dan berdiskusi dengan rekan satu bengkel, akhirnya diputuskan masuk ke kelas FFA yang notabene memiliki lawan lebih berat. “Dalam hati kecil sempat pesimis, karena FFA kalau dulu gila-gilan,” tambah pria berjanggut ini. Untuk ubahannya, Zainuddin masih mempertahankan sasis depan yang tubular.

Sedangkan rangka belakang dipotong habis dan dibuatkan frame baru dari pipa besi. Selain rangka, swing arm juga ikut dibuat ulang dengan material yang sama. Lanjut ke bodi, tangki dan jok bikin sama sekali baru. Dengan konsep unibodi, satu kesatuan dari depan ke belakang. Dibuat dari pelat galvanis. Untuk mesin tetap dibiarkan standar, Zainuddin hanya memasang knalpot custom dari stainless steel. Dengan ukuran silencer yang pendek, suara yang dihasilkan jadi gahar banget! Oh ya, yang menarik adalah sistem pengabut bahan bakarnya diubah dari injeksi ke karburator. Menurut Zainuddin supaya lebih simpel. Yah kemunduran itu sih namanya! Kaki-kaki, suspensi depan bawaan dilungsurkan dan diganti unit upside down aftermarket. Sedang belakang dipasang sok Nitron dengan per biru yang eye catching. Pelek pakai keluaran V-Rossi yang dipasang pada teromol Kawasaki KLX. Kemudian dibalut karet bundar Zeneos Turino dengan lebar 120/70-17 dan 130/70- 17 di depan dan belakang. Kini ia beserta 8 pemenang dari 8 kelas lainnya akan mewakili Pekanbaru di Grand Final HMC tingkat nasional, yang akan diadakan akhir November mendatang di Jawa Tengah. Bravo Pekanbaru!