Categories
Parenting

Bersalin Dengan Bpjs Kesehatan Masih Bikin Deg-Degan

Mama Indah dari Pon- dok Aren, Tangerang Selatan punya pengalam an mendebarkan seputar persalinannya Juli 2015 lalu. Oleh dokter di Faskes dekat rumahnya, kehamil an ketiga Mama Indah dinyatakan berisiko tinggi, sehingga harus ditangani de ngan operasi sesar. Pengalam an mendebarkan pertama terjadi ketika Faskes atau Puskesmas merujuknya bersalin di rumah sakit yang jaraknya cukup jauh dari tempat tinggalnya, lebih dari 8 km.

Baca juga : Beasiswa d3 ke S1 Luar Negeri

Alasannya, RS yang lebih dekat dengan rumahnya tidak termasuk dalam rayon rujukan. Sudah begitu, beda kotamadya pula. “Karena tidak ada pilihan lain dan pihak Puskesmas yang merujuk hanya bisa menjawab, ‘Kami hanya pelaksana,’ jadi ya terima saja, mau bagaimana lagi,” ujarnya. Padahal, sejatinya tidak harus seperti itu. BPJS Kesehatan punya kebijakan yang namanya Cross Border (CB). Nah, dengan kebijakan CB, lintas rayon RS rujukan bisa dilakukan selama alasannya kuat, seperti jarak tempuhnya lebih dekat dan fasilitas kesehatan rujukan tersebut adalah rumah sakit tipe C atau D.

Kalau di daerah domisili hanya ada rumah sakit tipe B, maka Faskes-1 boleh langsung merujuknya ke rumah sakit tersebut (mengenai tipe rumah sakit, silakan lihat BOKS). Pengalaman mendebarkan lainnya diungkapkan Bapak Ridwan di kanal surat pembaca detik.com. Ini alamat link-nya http://news.detik.com/suara-pembaca/3060553/bpjs-hanya-menjamin-rp-6-juta-untukkasus-bayi-prematur. Ia mempertanyakan, mengapa hanya dijaminkan sebesar Rp6 juta untuk pena nganan bayi prematur, sedang kan biaya kamar mencapai Rp3 juta/hari?

Menurut Ridwan, dirinya mendapatkan informasi dari salah satu staf BPJS, bahwa lama hari perawatan belum di atur oleh BPJS sehingga tidak semua bia ya akan ditanggung BPJS Kesehatan. Ridwan pun meng hubungi call center dan forum BPJS di forum Kaskus. Ketera ngan yang diterimanya bertolak belakang. “Saat itu saya dengan jelas mende ngar dan membaca statement dari pihak BPJS, ‘Tidak ada pembatasan biaya dan lama pera watan untuk bayi prematur.” Kebingungan lainnya diungkap oleh Mama Tanjung Wijaya di fan page Facebook. Sembilan bulan lalu ia melahirkan dengan cara sesar karena indikasi medis, ketuban habis di usia kehamilan 7 bulan.

Sumber : https://ausbildung.co.id/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *