Categories
Parenting

Kok Kamu Usil Sih, Dek? Bag3

Atau orangtua justru lebih fokus memerhatikan salah satu kakak atau adik, sehingga saudaranya lainnya akan mencari perhatian dengan membuat keributan,” papar Endang. Nah, bagi anak yang “kurang kesibukan” ini, kita dapat membantu mengarahkan energi me reka dengan melakukan berbagai kegiatan yang juga menguras energi dan positif, seperti berolahraga, menari, dan lain-lain.

Baca juga : Kursus Bahasa Jerman di Jakarta

Atau, lakukan kegiatan baru yang menantang si kecil. Jika disebabkan karena si adik merasa gemas sebagai ungkapan sayang untuk kakaknya, Mama Papa bisa memberikan mencontohkan bagaimana cara untuk menunjukkan rasa suka dan gemas tanpa harus melakukan sikap keusilan. Dalam hal ini, Mama Papa diharapkan bisa untuk bersikap netral dan menunjukkan kenetralan tersebut dengan tetap berfokus pada perilaku usil yang baru saja dilakukan. Berikan penjelasan sederhana kepada kedua belah pihak, mengapa hal tersebut seharusnya tidak dilakukan.

Tanpa adanya sikap netral, maka bisa saja menimbulkan dampak negatif berupa kecemburuan dari anak yang baru saja membuat keusilan. Jika perilaku usil terjadi disebabkan karena si adik sdang butuh teman, Mama Papa bisa mengajarkan bagaimana cara mengajak kakak atau temannya untuk bermain bersama dengan si adik. Ajarkan kepada kedua anak untuk bisa melakukan kerja sama dengan baik dalam hal bermain. Kita juga dapat menciptakan sebuah permainan menarik. Ingat, keusilan seringkali terjadi dikarenakan anak tak tahu harus melakukan apa, jadilah ia cenderung “mengganggu”.

PERLU DIKOREKSI

Jangan lupa, ingatkan si kecil segera setelah ia melakukan tindakan usil. Tujuannya agar anak bisa mengaitkan dari peringatan orangtuanya dengan semua tindakan usil yang baru saja dilakukan. Dengan begitu ia akan lebih mudah untuk mengoreksi sikap dan perilakunya tersebut. “Yang terpenting, orangtua harus bisa untuk mempelajari cara berkomunikasi secara baik dengan anak agar efektif, sehingga bisa dicarikan solusi dengan cepat dan tepat ketika anak melakukan tindakan keusilan tersebut,” ujar Endang. Mama Papa sebaiknya tidak melakukan perbuatan yang tidak baik–memukul atau mencubit- -dalam mengingatkan anak yang bersikap usil. Atau, sering kali karena terbawa emosi, kita justru berteriak-teriak kepadanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *