Categories
Berita

Menunggu Gerilyawan Turun Gunung Bag3

”Saya bisa meninggal dengan damai karena akhirnya dapat menyaksikan masa depan tanpa kekerasan bagi anak-anak saya,” ujar Orlando Guevara, 57 tahun, di antara ingar-bingar kegembiraan ini. Namun mengembalikan dan mengintegrasikan 7.000 milisi FARC yang telah menghabiskan sebagian besar umurnya dalam perang gerilya sungguh tak mudah. Kon?ik sudah menjadi bagian tak terpisah dari diri mereka.

Bahkan Gissella Mendoza, yang baru berusia 33 tahun, pun ikut merasa gamang kembali ke masyarakat. Dilatih sebagai tenaga medis selama 20 tahun, perempuan ini bergabung dengan FARC dan menyelamatkan nyawa rekannya dengan mengamputasi tangan dan kaki serta menghentikan perdarahan dari luka-luka peluru dan pecahan bom.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *