Categories
Parenting

Waspadai Kandungan Alkohol Tersembunyi Bag2

Hal ini berkaitan dengan peningkatan kadar alkohol di dalam darah yang melebihi batas toksisitas (tingkat rusaknya suatu zat jika dipaparkan terhadap organisme) dan dapat memicu kecacatan akibat efek teratogenik (perkembangan tidak normal dari sel selama kehamilan) sehingga terjadi kerusakan pada embrio atau janin. Pertengahan tahun lalu, PLOS ONE (jurnal ilmiah yang diterbitkan Public Library of Science, PLOS, sejak 2006) mengungkap fakta terbaru tentang konsumsi alkohol pada 3-4 minggu pertama kehamilan terhadap kondisi janin, Ma.

Baca juga : Kursus Bahasa Jepang di Jakarta Selatan

Menurut studi yang dipimpin oleh Dr. Nina KaminenAhola dari University of Helsinki, Finlandia, paparan alkohol pada masa-masa awal terbentuknya janin dapat menimbulkan perubahan se umur hidup pada regulasi genetik dalam stem cell, yang tak lain adalah sel-sel awal yang muncul dari embrio. Perubahan ini akan membawa pengaruh besar terhadap struktur otak janin, yang pada akhirnya akan menimbulkan cacat bawaan. Pendeknya, Mam, konsumsi alkohol saat hamil berisiko gangguan tumbuh kembang janin saat di rahim dan setelah dilahirkan, seperti: berat badan lahir rendah, gangguan saraf otak dan neuropsikis, serta cacat bawaan.

Sedangkan, risiko pada mamil yang mengonsumsi alkohol adalah gangguan kesehatan mental dan fisik, seperti meningkatkan gangguan kardiovaskular (gangguan kesehatan yang melibatkan fungsi sistem jantung dan pembuluh darah), diabetes melitus, perubahan perilaku, bahkan kematian. Jadi, tidak ada batasan jumlah kadar alkohol yang aman untuk dapat dikonsumsi saat hamil, ya, 0a. Bahkan, beberapa penelitian membuktikan, konsumsi alkoholswalaupun sedikitsdalam masa kehamilan akan memicu terjadinya keguguran, kematian janin, kelahiran prematur, dan sindrom kematian bayi baru lahir.

Alkohol pada makanan/minuman

Nah, setelah mengetahui begitu banyak risiko akibat kon sumsi alkohol sekalipun dalam kadar yang sangat kecil, tentu kita perlu lebih waspada akan makananminuman mengandung alkohol. 0emang sih, 0a, agak sulit menentu kan jumlah kadar alkohol dalam setiap makanan, berbeda dari kandungan dan kadar alkohol yang lebih sering di cantumkan dalam minuman. Oleh karena itu, menghindari mengonsumsi makanan yang diduga mengandung alkohol adalah langkah terbaik untuk menghindari bahaya paparan alkohol pada janin selama kehamilan.

Sumber : https://eduvita.org/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *